<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="131">
 <titleInfo>
  <title>Sikap Umat Katolik di Keuskupan Sintang terhadap Krisis Ekologi oleh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dalam Terang Ensiklik Caritas In Veritate 48-52</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Dr. Valentinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Fransiskus Hardjosetiko, M. A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxvii + 180hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dunia sedang dilanda krisis ekologi. Krisis ekologi menjadi ancaman bagi seluruh makhluk hidup bahkan ciptaan Allah yang tidak hidup. Krisis ekologi menjadi momok yang tidak dapat terelakkan lagi. Manusia menjadi pelaku utama yang menyebabkan krisis-krisis ekologi tersebut. Cara pandang yang keliru dalam memahami hubungan manusia dengan ciptaan lainnya membuat manusia pada akhirnya melakukan tindakan eksploitasi. Krisis ekologi yang terjadi di banyak tempat terjadi pula di keuskupan Sintang, secara khusus krisis ekologi yang diakibatkan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit di Keuskupan Sintang harus diakui dan disadari telah menghadirkan berbagai dampak dan pengaruh bagi kehidupan masyarakat di sana. Dampak dan pengaruh itu pada akhirnya menciptakan kerusakan pada ekologi. Paus Benediktus XVI melalui Ensiklik Caritas in Veritate 48-52 mengundang seluruh manusia secara khusus umat Kristiani untuk ambil bagian dalam menjaga seluruh ciptaan. Permasalahan ekologi merupakan permasalahan bersama dan manusia bertanggungjawab atas semuanya itu. Paus Benediktus XVI melalui ensikliknya mengunggah seluruh manusia untuk peduli pada ekologi. Kepedulian itu tidak hanya sebatas pada perasaan semata, namun diwujudnyatakan dalam tindakan sehingga menjadi lebih berdaya guna. Pesan dan ajaran Paus Benediktus XVI tentang kepedulian dan tanggung jawab ekologi dapat menjadi sebuah acuan pula bagi Gereja Katolik di Keuskupan Sintang dalam mengambil sikap dalam menghadapi krisis ekologi dari perusahaan sawit. Kehadiran Gereja di tengah dunia hendaknya menjadi kehadiran Yesus Kristus. Gereja hadir dalam segala aspek kehidupan manusia bukan hanya berhenti pada permasalahan iman saja. Kehadiran Gereja di tengah dunia menjadikan Gereja berpartisipasi dalam misi Yesus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan dan menebus seluruh ciptaan. Misi Yesus ini diteruskan dalam karya pewartaan dan hidup sehari-hari umat beriman. Pewartaan kabar sukacita dan harapan bagi alam semesta diwujudkan dalam sikap dan tindakan, serta cinta yang mendalam pada ciptaan. Sukacita dan harapan ini bisa terus berlanjut pada tingkat yang lebih tinggi, yakni sikap keterbukaan kita berdialog, berdiskusi dan belajar serta berusaha dengan berbagai pihak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>gereja dan lingkungan</topic>
 </subject>
 <classification>261.836</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>261.836 San s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17.01020</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>261.836 San s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>131</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-13 11:17:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>