<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="13083">
 <titleInfo>
  <title>Srintil dalam Belenggu Gender:</title>
  <subTitle>Menyibak Kekerasan Dunia Ronggeng</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suhendi, Didi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Alief Press</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>184hlm; 12x18cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Collete Dowling memperkenalkan sebuah istilah yang indah bila didengar namun pahit dan menyedihkan bila dirasakan. Istilah yang berkaitan dengan perempuan itu ia sebut dengan Cinderella Complex. Menurutnya sampai saat ini perempuan masih mengalami bias Cinderella Complex. Perempuan masih dibayang-bayangi rasa takut yang mencekam sehingga ia merasa tidak berani dan tidak bisa memanfaatkan potensi otak dan daya kreativitasnya secara total. Mitos Cinderrela ini, dewasa ini, terus hidup di bawah keperkasaan ideologi patriarki, yakni ideologi yang di dalamnya terkandung pandangan bahwa laki-laki dominan atas perempuan dan anak-anak dalam keluarga atau masyarakat. Kondisi Cinderrela Complex yang dialami perempuan terus berjalan di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita. Tidak terkecuali dalam dunia ronggeng dunia yang akrab dengan perempuan sebagai maskit-nya. Dalam kesenian tradisional ini peran perempuan dalam sukses dan tidaknya pertunjukkan tidak bisa ditawar lagi. Menarik dan tidaknya pertunjukkan ronggeng sangat ditentukan oleh bagaimana para maskot ini memainkan bahasa tubuhnya di hadapan para penonton. Dengan buku ini anda diajak sedikit melihat dan membaca sisi-sisi lain di balik keindahan&quot; dan &quot;kemolekan&quot; penari ronggeng yang terwakili oleh Srintil.&quot;</note>
 <subject authority="">
  <topic>Wanita</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kesusastraan Jawa</topic>
 </subject>
 <classification>819</classification>
 <identifier type="isbn">9791111022</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>819 Suh s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">13121</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>819 Suh s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Srintil_dalam_belenggu.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>13083</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>