<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12889">
 <titleInfo>
  <title>Di Bawah Bayang-bayang Ancaman Materialisme dan Sekularisme [Buku:</title>
  <subTitle>Membangun Gereja dari Konteks]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riyanto, F.X. Eko Armada (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Valentinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Dioma &amp; STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv + 80-110hlm: 17x24cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Memandang fenomena yang sedang berkembang di Indonesia, orang bisa terperangah dengan kontradiksi-kontradiksi yang ada. Di satu sisi, orang bisa mengagumi modernitas yang sedang berlangsung, di sisi yang lain modernitas itu disikapi dan dilakoni dengan cara yang primitif. Kalau mau kaya, orang tak perlu bekerja keras dan hidup hemat, tapi cukup pergi ke gunung Kawi atau bertapa di kuburan; jika tak ingin terganggu hujan cukup memanggil pawang hujan (tapi tak ada pawang banjir!), bila ada hajat besar tak perlu memanggil petugas keamanan, tapi cukup meminta bantuan jin-jin, dan masih banyak lagi praktik sejenis. Di satu pihak, orang bisa dengan mudah menemukan simbol-simbol kekayaan, kemewahan dan kemajuan, yang menjamur secara mencolok di jalan-jalan (Mercy, BMW, Porsche, dll) atau di plaza-plaza dan real estate elite-super elite, dan di rumah-rumah ibadat. Di pihak lain ditemukan dengan mudah juga sekian banyak orang yang hidup dalam kemiskinan absolut dan tak tahu apakah besok makan atau tidak, mengamen dan mengemis di perempatan jalan untuk menyambung hidup, tidur beralas tanah dan langit dengan parfum dari bau sampah dan kotoran.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>materialisme</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn">9793500204</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Riy m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12046-E</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Riy m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Membangun_Gereja_dari_Konteks.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12889</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>