<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12879">
 <titleInfo>
  <title>Sordam</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Situmorang, Suhunan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gagas Media</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 359hlm; 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Membaca novel ini seperti menelusuri dan sekaligus merasakan perjalanan hidup penulisnya. Seseorang yang nampak sangat mencintai alam dan kebudayaan, menjadi professional hukum tapi sekaligus mengkritisinya. Sebuah lorong perjalanan yang secara teoritis mustahil dilakukan. Namun dengan spirit sang tokoh novel, kemustahilan itu menjadi suatu hal yang mungkin diteruskan. Kisah dalam novel ini menunjukkan bahwa perasaan mencintai dan dicintai adalah milik setiap manusia, yang tidak mengenal batas budaya dan strata social-ekonomi. Juga menggambarkan romantisme sang tokoh. Yang karakter etnisnya, secara steorotip lebih sering muncul dari pemahaman yang keliru. Dalam beberapa hal, novel ini mengingatkan saya pada John Grishman, novelis yang mengkritisi kehidupan hukum, khususnya advokat, di Amerika Serikat. Tapi itu hanya sebagaian karena masih banyak tema menyangkut problematikanya kehidupan, penghargaan terhadap kebudayaan, dan tanah air sang tokoh. Alur cerita mengalir lancar, menunjukkan penulisnya sangat menjiwai sepenuh hati, penuh pesan untuk orang-orang yang ingin mencintai kebudayaan, tanah air, diri sendiri, dan profesi. Novel ini seolah kembali mengingatkan, betapa perjuangan keras sangat diperlukan untuk mearih (taraf) kehidupan yang lebih baik.sepintas, seperti bukan fiksi. Tema-tema cerita yang digarap sangat relevan dengan kehidupan kontemporer Indonesia dewasa ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9797800091</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Sit s</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12696</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Sit s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Sordam.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12879</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-23 09:08:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>