<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="127">
 <titleInfo>
  <title>Tantangan Pendidikan Iman Anak dalam Keluarga (Tinjauan atas anjuran apostolik Familiaris Consortio No. 36-41 dalam konteks era digital)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Dr. Yustinus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rikardus, Fabianus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Fransiskus Hardjosetiko, M. A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>3. Dr. I Ketut Gegel</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxxvi + 135hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Orang tua memiliki peran sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka. Keluarga menjadi tempat penanaman nilai-nilai hakiki manusia. Tugas orang tua mendapat peran sentral dalam pendidikan anak dan tidak bisa diwakilkan. Iman anak berkaitan dengan penghayatan iman dalam keluarga yang diteladankan oleh orang tua. Dalam proses ini, mereka juga mendapat tantangan yang serius dalam era digital. Tesis yang berjudul Tantangan Pendidikan Iman Anak Dalam Keluarga (tinjauan atas anjuran apostolik Familiaris Consortio No. 36-41 di Era Digital) merupakan usaha penemuan peran dan tanggungjawab orang tua katolik dalam pendidikan iman anak mereka. Karakteristik Era Digital memberikan tantangan pada komunikasi bagi pendidikan iman anak saat ini. Era Digital mempunyai asosiasi beragam yang tidak terbatas dan berhubungan dengan teknologi semata, namun juga pada akibat dan kemungkinan yang diakibatkan dari perkembangan teknologi. Era digital berbicara juga soal interaksi, hubungan sebab akibat atau implikasi antara manusia sebagai pengguna teknologi. Bentuk-bentuk khas era digital seperti informasi, relasi, pengetahuan, komunikasi, dan nilai kemanusiaan menjadi tantangan bagi komunikasi dewasa ini. Familiaris Consortio (FC) berbicara tentang keluarga kristiani di dunia modern. Dokumen ini menjelaskan posisi resmi Gereja Katolik Roma mengenai arti dan peran perkawinan dan keluarga, dan menjabarkan tantangan-tantangan dalam merealisasikan tujuan mulia tersebut. Gereja menyadari dan mengakui bahwa perkembangan zaman modern yang amat pesat menimbulkan banyak tantangan dalam menghayati nilai-nilai yang mendasari keluarga. Ada fenomena keluarga yang telah menyadari martabat keluarga, ada yang sedang ragu dan mencari kebenaran dengan gelisah dan juga ada yang secara tidak adil dihalang-halangi untuk dengan bebas menghayati hidup keluarga mereka. Dokumen ini menjadi bentuk gambaran ideal bagi keluarga Katolik untuk mendidik iman anak-anak mereka. Hakekat dan tujuan pendidikan iman anak dalam keluarga Katolik melihat bahwa ancaman dari dunia digital adalah sesuatu yang nyata. Tanggung jawab orang tua dalam pendidikan iman anak semakin mewaspadai akan ancaman era digital ini. Perkawinan Kristiani yang subur mampu melaksanakan pendidikan iman kepada anak-anak sejak awal. Era digital ini menantang orang tua yang membesarkan anak-anak untuk menanamkan iman Kristiani. Orang tua Katolik perlu mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambatnya sehingga mereka bisa menerapkan pola pendidikan iman yang mendalam kepada anak-anaknya untuk menghadapi tantangan komunikasi di era digital ini. Selain itu, orang tua bisa lebih optimis mewariskan iman kepada anak-anaknya yang hidup pada generasi milenial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS 2019</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>keluarga Kristen</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Rik t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">15.01006</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Rik t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_TESIS_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>127</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-19 10:50:23</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>