<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1261">
 <titleInfo>
  <title>Pelangiku Warna Ungu:</title>
  <subTitle>Sejuta Agama Satu Tuhannya</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rimba, Leonardo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Dolphin Books</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>245hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>(1) Apakah Tuhan yang menciptakan manusia, ataukah manusia yang menciptakan Tuhan? (2) Siapakah yang membuat agama? Tuhan atau manusia? (3) Bisakah orang memperoleh keselamatan tanpa melalui jalan agama? (4) Benarkah Tuhan akan menyiksa manusia jika mereka tidak menyembah-Nya? (5) Bagaimana cara bertemu dan mengalami Tuhan agar hidup kita bermakna? Lima pertanyaan menantang di atas, di samping beberapa pertanyaan lainnya, akan dibahas dan diuraikan dalam buku ini, dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna, yang menggelitik kesadaran kita agar bangkit dari tidur lelapnya. Agar kita mampu melampaui simbol dan sekat-sekat yang membuat manusia menderita dan terus bertikai atas nama Tuhan dan agama. Leonardo Rimba mengajak kita untuk menghayati dan melampaui simbol-simbol yang berserakan dalam agama-agama, demi merasakan esensi yang sesungguhnya satu adanya. Ia mencoba mengajak kita untuk mencari dan menemukan yang ungu dari beragam warna pelangi. Ungu adalah warna terakhir dari pelangi, warna spiritual yang melampaui beragam warna.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn">9789791799812</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Rim p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17551</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Rim p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Pelangiku_Warna_Ungu.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1261</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-11 09:36:20</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>