<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="12025">
 <titleInfo>
  <title>Abu Nawas Menang Melawan Gajah:</title>
  <subTitle>Kisah-kisah Teladan Buat Anakku</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Musbikin, Imam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Mitra Pustaka</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 426hlm; 14 x 21 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Anda mungkin akan haru, bangga dan bahagia tatkala anak anda yang masih duduk di sekolah dasar selalu memperoleh ranking terbaik di sekolahnya. Tapi anda akan menjadi bingung tatkala ditanya: mengapa anak anda yang usianya sudah belasan tahun itu, sangat cengeng, penakut, dan gagal dalam menjalin komunikasi bersama teman-temannya? Hal ini menjadi bukti bahwa ternyata penilaian ranking dihampir semua sekolah, hanyalah semata berdasarkan pada penilaian IQ (Intelligence Quotient) dan keberuntungan siswa dalam penguasaan mata pelajaran kognitif. Padahal tingginya IQ yang dimiliki seorang anak tidak otomatis membuatnya mampu mandiri, sukses dalam pergaulan atau bahkan tetap saja kesulitan dalam kehidupan ini. Para ahli menyarankan bahwa tingginya IQ seseorang anak perlu diimbangi dengan faktor EQ (Emosional Quotient) yang memadai. Misalnya saja, bila anak kelak ingin dididik menjadi pedagang yang sukses, maka bukan pengetahan bisnis saja yang diperlukan, tapi juga harus memiliki jiwa yang sabar, ulet, pantang menyerah, dll. Sebab ada kalanya bahwa faktor EQ lah yang kadang-kadang justru lebih berperan menunjang karir seseorang anak kelak. Lantas, bagaimana melatih dan mengasah EQ anak? Salah satu caranya melalui kisah-kisah yang diceritakan oleh para orang tua kepada mereka.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Mus a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">17671</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Mus a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Abu_Nawas_Menang_Melawan_Gajah.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>12025</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-10 08:27:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>