<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11846">
 <titleInfo>
  <title>Aku, Buku dan Sepotong Sajak Cinta</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dahlan, Muhidin M.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Media Abadi</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>368hlm; 12 x 18 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebuah pengakuan dari seorang sastrawan mengenai kisah hidupnya sendiri. Berisi pengalaman-pengalamannya mencari jati diri, berinterkasi dengan manusia disekitarnya, berdialog dengan dirinya sendiri dan Tuhannya. Dengan bait-bait puisi yang galau! Terhadap seorang wanita yang tidak bisa disampaikannya melalui ucapannya. Uh! So sad.... Di dalam buku ini tergambar emosi kejiwaan Muhidin M. Dahlan begitu dalam. Bagaimana perjuangannya mempertahankan untuk tetap bisa makan hari ini, dengan terus mengirm tulisan-tulisannya kepada koran ternama di Indonesia. Perjuangan yang tak putus asa akhirnya membuahkan hasil. Tulisannya di muat di kolom opini sebuah koran tenar di halaman 4, yang pada saat itu adalah halaman angker, tidak semua penulis bisa menerobosnya. Sebuah kebanggan bagi dirinya dan mengangkat derajat dirinya di hadapan kawan-kawan seorganisasinya. Dengan sepeda kumbang tua khas Jawa, mencerminkan kesengsaraan hidupnya yang miskin. Tulisan-tulisannya hampir sering dimuat di kolom tersebut pada koran yang sama. Tetapi ia tetap saja hidup sengsara. Ironis! Sebetulnya buku ini adalah hasil dari seorang wanita yang sempat mewawancarainya di Jogja. Ia membukukan karya M. Dahlan karena rasa penghormatan kepada beliau sebagai sastrawan Indonesia yang benar benar berjiwa sastra, melekat ke hati. Sampai-sampai ia mengakhiri hidupnya dengan tertabrak sebuah bus pada saat akan pulang dengan memboseh sepeda tuanya. Tragis! Cerita ini begitu menyentuh emosi saya, menggugah perasaan dan mempermainkan gejolak hati ketika membacanya. Bagaimana ia menentang dosennya yang dianggapnya gila ketika ia menjadi seorang Mahasiswa jurusan yang tidak ada hubungannya dengan dunia sastra sama sekali! Ini yang membangkitkan jiwa sastra saya!! Rreerrr.. Buruan baca untuk mengasah kemampuan sastra kalian.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9793525290</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Dah a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">12232</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Dah a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Aku%252C_Buku_dan_Sepotong_Sajak_Cinta.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11846</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-28 09:59:25</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>