<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11728">
 <titleInfo>
  <title>Allah Sumber Pengharapan (Sebuah Tafsiran dan Refleksi Teologis atas Matius 14:</title>
  <subTitle>22-33)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Prof. Dr. H. Pidyarto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. F.X. Didik Bagiyowinadi, Lic.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nimpuno, Deodatus Romanus Pratondo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x + 73hlm: 21x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manusia senantiasa memiliki pengharapan dalam hidupnya. Sayangnya, manusia kerap khawatir dan takut untuk berharap ketika manusia dihadapkan pada situasi yang sulit dan seakan tidak ada jalan keluar. Situasi itu kerap membuat manusia lupa pada siapa ia harus berharap. Allah-lah satu-satunya Sumber Pengharapan. Yesus datang kepada para murid saat para murid berada dalam ketakutan dan kekhawatiran. Hal ini memberikan gambaran Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai Allah dan menjadi Pengharapan mereka. Petrus yang datang kepada Yesus dengan berjalan di atas air namun gagal (tenggelam) member gambaran bagaimana manusia kerap ragu menaruh harapan kepada Allah (Yesus). Petrus tidak menyerah begitu saja. Dalam situasi seperti itu, Petrus mampu bangkit dan menaruh harapan kepada Yesus. Ketiga hal inilah yang membuat penulis memilih tema Allah Sumber Pengharapan. Dalam skripsi ini dijelaskan bahwa Injil Matius dalam struktur penulisannya merupakan Injil yang paling teratur susunannya. Siapa pengarang, kapan dan di mana Injil Matius ini ditulis memang sulit dipastikan. Penelitian para ahli mengenai Injil Matius setidaknya memberikan gambaran yang hamper mendekati kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan bahwa pengarang Injil ini adalah Rasul Matius, Injil ini ditulis di Antiokhia, Siria dan ditulis sekitar tahun 80-85 M. Injil ini ditujukan untuk orang Kristen Yahudi dan bangsa-bangsa lain. Hal penting yang tidak dapat dilupakan adalah bahwa Injil Matius sesuai dengan Tradisi dan benar-benar bersumber pada iman para rasul. Teks Mat 14:22-33 merupakan suatu kesatuan literer. Perikop ini menjadi salah satu kekhasan Matius dibandingkan Injil yang lainnya. Tek sini dibagi menjadi empat bagian dan penafsiran teks berdasarkan pembagian ini.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Matius</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2013</topic>
 </subject>
 <classification>226.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.207 NIM a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">09.000012</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>226.207 NIM a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11728</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>