<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11593">
 <titleInfo>
  <title>Apa yang Telah Dipersatukan Allah, Tidak Boleh Diceraikan Manusia:</title>
  <subTitle>Analisis teks-tafsiran-refleksi teologis atas Markus 10:1-12</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Supriyono Venantius, Lic,S.S.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Ignasius Budiono, Lic. S.S</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saputra, Mikael Dody Andala</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii + 175hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Skripsi merupakan pergumulan dan pembahasan tentang Perikop Injil Markus 10:1-12. Cerita Mrk 10:1-12 merupakan cerita perjalanan Yesus ke Yerusalem yang menggambarkan ajaran Yesus yang radikal mengenai perkawinan. Ajaran itu Yesus sampaikan guna menjawab pertanyaan orang-orang Farisi dan para murid. Orang-orang Farisi bertanya tentang perceraian dengan maksud untuk memasukkan Yesus dalam konflik dengan apa yang mereka pandang sebagai suatu ajaran yang sudah jelas dalam Taurat Musa. Akan tetapi, bagi Yesus, izin untuk menceraikan dan praktik perceraian itu hanyalah buah dari ketegaran hati manusia, sebab sejak semula Allah menghendaki supaya manusia yang diciptakan-Nya bersatu menjadi satu daging. Kesatuan suami-istri menjadi satu daging tidak hanya berarti penyatuan badani (seksual) dalam perkawinan, melainkan juga berarti kesatuan menjadi satu manusia dalam kelemahan. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Suami dan istri memiliki kedudukan yang setara dalam perkawinan. Gagasan mengenai kesetaraan suami-istri dalam perkawinan cocok untuk merangkum makna kata dipersatukan (Mrk 10:9), bahasa Yunaninya suzeugnuein. Kata suzeugnuein menggambarkan penyatuan dua binatang oleh sebuah kuk. Atau dapat dibayangkan seperti sepasang hewan penarik kereta. Kesatuan suami-istri dalam perkawinan dibayangkan seperti kesatuan sepasang hewan penarik kereta itu. Keduanya harus setara dan setia untuk selalu berjalan bersama agar kereta rumah tangganya dapat berjalan dengan baik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Alkitab-PB-Markus</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2017</topic>
 </subject>
 <classification>226.207</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>226.207 Sap a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">13.055</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>226.207 Sap a</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11593</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>