<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11354">
 <titleInfo>
  <title>Tarian Dewi Cinta:</title>
  <subTitle>Sebuah Novel</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widiantoro (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Triatmoko, B.B.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>191 hlm: 12,5x19cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemarahan Dewi Cinta Venus menggelora seperti gelombang samudra, karena kecantikannya ditantang oleh seorang gadis muda. Dua tarian yang menggambarkan kemarahan dan keberanian, kekerasan dan pengampunan, kehancuran dan kelahiran kembali, saling mengisi untuk bercerita tentang apa arti sebuah perubahan. Hati Ayuning terasa hampa ketika di Boston dia menarikan tarian puncak kerinduan hatinya, tanpa kekasih hatinya ada di dekatnya. Bram harus mendadak terbang ke Jakarta untuk menyelamatkan sahabat-sahabatnya yang hilang dalam kekacauan politik. Demonstrasi, penjarahan, pemerkosaan, dan penembakan-penembakan terjadi di mana-mana. Jakarta dalam keadaan darurat. Kerusuhan sosial yang dipicu oleh krisis ekonomi meledak di banyak tempat lain di Indonesia. Kemarahan para pemuda tidak bisa dibendung lagi. Mereka menuntut turunnya rezim Orde Baru. Mereka menghendaki perubahan. Ayuning, Bram dan beberapa anak muda lain terperangkap dalam kekacauan yang makin meningkat. Para anak muda ini, seperti penari, harus bergerak lincah mengikuti gelombang perubahan kehidupan, mencoba mengatur langkah supaya tidak terpeleset ke dalam arus yang menghancurkan. Mampukah mereka bertahan?</note>
 <subject authority="">
  <topic>Fiksi Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>899.221</classification>
 <identifier type="isbn">9789792155969</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>899.221 Tri t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19587</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>899.221 Tri t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tarian_Dewi_Cinta.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11354</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>