<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11330">
 <titleInfo>
  <title>Embrio Manusia:</title>
  <subTitle>Sesuatu atau Seseorang? Identitas dan Status Embrio dalam Ajaran Gereja Katolik dari Donum Vitae sampai Dignital Personae [Buku: Embrio Ciptaan Tuhan atau Produksi Manusia?]</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yustinus (ed)</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Phang, Benny</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii + 116-137hlm: 15x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana Vol.22 No.Seri 21, 2012</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Di dalam diskusi perdebatan tentang penggunaan teknologi reproduksi manusia yang semakin canggih, pertanyaan dasar yang mencuat kembali adalah siapakah manusia? Jika pada abad pertengahan pertanyaan serupa muncul dan dikenakan pada manusia dengan ras yang lain (bukan Eropa) tapi rupa manusiawinya sangat jelas di zaman ini pertanyaan ini mencuat kembali dengan kesulitannya yang jauh lebih besar. Kini kita berhadapan dengan sesuatu yang kasat mata telanjang dan baru dapat terlihat dengan menggunakan mikroskop yaitu embrio manusia. Perdebatan sengit tersulut: apakah mahkluk sebesar sel dan tanpa rupa manusiawi ini manusia? Bagaimanakah kita dapat memperlakukannya? Apakah ia memiliki hak untuk hidup dan perlu dihormati? Oleh karena itu identitas dan status moral embrio manusia perlu dibahas dengan detail kerena di atas dasar-dasar inilah kita dapat berdiskusi dan berpastoral dengan baik. Tulisan ini hendak membahas kedua hal ini dengan mengambil sumber-sumber utama ajaran magisterium mulai dari Donum Vitae (1987) sampai dengan Dignitas Personae (2008) disertai juga dengan sebuah refleksi teologis pada akhir pembahasan.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>Teologi</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>Teologi Moral Kristiani</topic>
</subject>
<subject authority="">
 <topic>embrio manusia</topic>
</subject>
<classification>230</classification>
<identifier type="isbn">14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Yus e</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">17236-G</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>230 Yus e</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Embrio_Ciptaan_Tuhan.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>11330</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-02-24 11:27:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>