<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11127">
 <titleInfo>
  <title>Besarnya Eksploitasi Perempuan dan Lingkungan di Indonesia. Siapa dapat mengendalikan penyulutnya?</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irwan, Zoer'aini Djamal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Elex Media Komputindo</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxi + 135hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masalah lingkungan tak pernah habis, bahkan semakin parah. Kebakaran hutan, malas pembabatan hutan (Ilegal loging) Gempa, tsunami, keras longsor, tanggul jebol, banjir, pencemaran udara, meningkatnya gas-gas rumah kaca, kebisingan, dll. Klimaknya kita atas sekarang merasakan perubahan iklim, musim kemarau biasanya mulai yang April September dan musim hujan mulai September-April sudah tidak demikian lagi, pada bulan Juni bisa bagai saja terjadi banjir besar-besaran. Hal ini disebabkan karena panas bumi semakin meningkat (Global Warming). Begitu pula masalah perempuan tak ada habisnya. Mulai tindak kekerasan baik di rumah tangga, kantor, tempat umum, diskriminasi, tenaga kerja perempuan, perdagangan perempuan, dll. Semakin dibahas, semakin banyak masalah perempuan yang terkuak. Perempuan sebagai ibu merupakan pendidik pertama dan utama di rumah tangga, apa jadinya generasi mendatang bila kondisi seperti ini dibiarkan? Jumlah perempuan yang lebih banyak dari laki-laki itu harus diarahkan menjadi aset bangsa, sehingga tidak menjadi masalah bangsa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Wanita</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>lingkungan</topic>
 </subject>
 <classification>305.42</classification>
 <identifier type="isbn">9789792748369</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.42 Irw b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14943</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>305.42 Irw b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Besarnya_Eksploitasi_Perempuan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11127</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-03-06 09:55:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>