<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="111">
 <titleInfo>
  <title>Mari Berteologi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hananiel, Nugroho S.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Gandum Mas</publisher>
   <dateIssued>1987</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dengan senang hati kami ingin mengatakan sepatah dua kata tentang buku yang berjudul Mari Berteologi Sebuah Usaha untuk Mendekatkan Teologi dengan Kehidupan Konkret ini. Pada saat ini kita sedang berada di tengah-tengah Pelita IV. Pelita merupakan sebuah usaha yang bagus dari pemerintahan Indonesia untuk memajukan serta meningkatkan kemakmuran bangsa tercinta ini. Menurut urutan, Pelita yang sekarang adalah nomor empat, ini berarti bahwa Pelita telah berjalan selama sekitar dua puluh tahun. Semua ini dilaksanakan dalam rangka melestarikan serta meningkatkan kebudayaan dan ciri khas kehidupan bangsa Indonesia sehingga keduanya tidak ikut tenggelam dalam dunia modern ini. Teologiawan yang berhaluan injili mungkin hanya akan setuju dengan sebagian dari isi buku ini, namun pasti hanya sedikit saja yang akan berkeberatan terhadap sebuah usaha untuk menerapkan suatu proses berteologi bagi tempat, waktu serta kebudayaan Indonesia asalkan proses tersebut sungguh-sungguh Alkitabiah. Menurut salah satu prinsip Alkitab setiap masyarakat berhak, dan bahkan dikatakan berkewajiban, untuk menerima, membaca, menelaah, menafsirkan serta menerapkan amanat Firman Allah yang tidak pernah berubah itu.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Han m</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">4070</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Han m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Mari_Berteologi.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>111</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>