<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="11038">
 <titleInfo>
  <title>Budaya Penti sebagai Sarana Berinkulturasi Bagi Umat Allah di Manggarai</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="Pembimbing">
  <namePart>1. Fransiskus Hardjosetiko, MA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jurung, Siprianus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 97hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penulis mengangkat tema ini karena berdasarkan realitas yang dilihat oleh penulis dalam kehidupan masyarakat Manggarai, bahwa masyarakat Manggarai belum memahami sungguh-sungguh akan kehadiran Yesus Kristus dalam kehidupan mereka. Hal ini dapat dilihat dalam keseharian mereka, mereka masih mempercayai orang dukun sebagai jalan keselamatan. Karena itu, penulis mengangkat budaya Penti ini untuk menjadi mediasi dalam meningkatkan pemahaman Umat Allah Manggarai terhadap kehadiran Yesus Kristus dalam kehidupan mereka. Budaya Penti merupakan budaya yang memiliki kekayaan makna, seperti makna filosofis, ekologis, teologis, sosiologis, dan soteriologis. Dari beberapa makna ini penulis hanya mengambil salah satu yaitu teologis. Penulis mengambil makna teologis, karena menurut penulis makna teologis inilah yang dapat membantu masyarakat Manggarai untuk meningkatkan pemahaman dan mendekatkan diri mereka dengan Allah/Kristus. Budaya Penti memang sejatinya adalah upacara syukuran kepada Wujud Tertinggi. Upacara Penti ini dalam tradisi Manggarai merupakan upacara syukuran kepada Tuhan atas berkat dan karunia-Nya yang diberikan kepada manusia. Artinya, upacara Penti sebagai tanggapan atau jawaban manusia atas anugerah yang diterimanya dari Tuhan. Jadi eksistensi adat Penti dalam masyarakat Manggarai menjadi jalan emas menuju Sang Pencipta. Karena itu dalam proses inkulturasi Gereja local Manggarai hendaknya berdiri di atas nilai-nilai iman yang terkandung dalam adat Penti. Nilai-nilai iman itulah yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Umat Allah Manggarai terhadap iman akan Yesus Kristus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Kebudayaan Manggarai</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2015</topic>
 </subject>
 <classification>959.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>959.86 JUR b</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">09.045</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>959.86 JUR b</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>11038</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-03 11:10:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>