<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1059">
 <titleInfo>
  <title>Tuhan, Di Mana Engkau Saat Aku Sedih?</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Barnes, M. Craig</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Bhuana Ilmu Populer</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi + 202hlm; 21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini ditujukan bagi mereka yang tidak menjalani hidup sesuai yang direncanakan. Buku ini ditujukan bagi mereka yang sedang menghadapi kehilangan besar yang memaksa mereka mengambil keputusan yang menakutkan. Apakah mereka harus mengandalkan sesuatu yang lain bagi keselamatan mereka? Atau, sanggupkah mereka membuka tangan cukup lama untuk dapat menerima kehidupan yang Yesus ingin berikan kepada mereka, sampai Dia harus mati di kayu salib? Pasangan meninggal atau pergi. Persahabatan menjadi hambar. Kesehatan memudar. Anak-anak tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah. Kita pindah ke pekerjaan dan kota yang baru. Impian dan rasa aman yang di berikan oleh masa lalu kita hancur berkeping-keping, harapan akan masa depan menjadi sirna. Tidak ada yang sama seperti dulu atau menjadi seperti yang kita harapkan. Hidup, tampaknya, perlu dihiasi dengan kehilangan, ditandai dengan pengalaman ditinggalkan. Tetapi semua ini tidak perlu mengejutkan kita, yang dipanggil untuk kehilangan hidupnya agar dapat menemukannya. Jika kita mengikut Yesus, kita pasti akan sering mengalami ditinggalkan sesuatu. Kabar baik tetapi berat yang ditawarkan oleh Yesus adalah bahwa pengalaman ditinggalkan sesuatu dapat direngkuh sebagai kesempatan untuk menerima hidup yang baru.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kekristenan</topic>
 </subject>
 <classification>248.4</classification>
 <identifier type="isbn">9796949008</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>248.4 Bar t</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">13172</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>248.4 Bar t</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Tuhan_dimana_Engkau_saat_Aku_Sedih.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1059</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-08 11:31:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>