<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10554">
 <titleInfo>
  <title>Epistemologi Kiri</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santoso, Listyono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Ar-Ruzz Media</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>352hlm; 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Pemikiran Tokoh</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Mencari kebenaran adalah Esensi Filsafat. Sedangkan kebebasan menjadi ruh untuk berfilsafat. Karena itu, banyak filsuf yang hanya melayang-layang saja, meneliti berbagai hal yang mungkin dan tidak pasti, serta terus mencari dalam kebebasannya. Karena itu, pada dasarnya berfilsafat tidak pernah sampai pada sintesis, namun hanya akan membentuk lingkaran pengetahuan yang berpusar pada tesis dan antitesis seiring dengan berdetaknya sejarah waktu. Terminologi kiri dalam ruang kesadaran pemikiran kita dewasa ini, dianggap sebagai terminologi anti-kemapanan. Bersifat revolusioner, reaksioner, dan kadang menyeramkan. Namun, esensi yang menyeruak dalam relung-relung terminologi kiri telah menggugah kesadaran kita bahwa akan ada selalu counterpart yang akan menyeimbangkan hidup kita. Wacana nihilisme, dekonstruksi, otoritarianisme dan status quo. Dari pertarungan inilah sintesis kesempurnaan terejawantah. Buku ini menawarkan sebuah tematisasi pemikiran para filsuf yang dicap Kiri oleh zaman. Tematisasi ini merupakan langkah yang tepat seiring dengan parsialitas wacana yang tak terejawantah dalam suatu ikatan rangkaian. Oleh karena itu buku ini lebih tepatnya telah melakukan rekonstruksi terhadap parsialitas bahasan tentang berbagai epistemologi ke-Kiri-an. Sebuah usaha yang patut diapresiasi. Sudah siapkah Anda untuk mengerutkan dahi?</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<subject authority="">
 <topic>epistemologi</topic>
</subject>
<classification>121</classification>
<identifier type="isbn">9793417102</identifier>
<location>
 <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
 <shelfLocator>121 San e</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">12774</numerationAndChronology>
   <sublocation></sublocation>
   <shelfLocator>121 San e</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>Epistemologi_Kiri.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>10554</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-04-26 11:51:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>