<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10553">
 <titleInfo>
  <title>Epistemologi Pemecahan Masalah:</title>
  <subTitle>Menurut Karl R. Popper</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taryadi, Alfons</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia</publisher>
   <dateIssued>1989</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi + 201hlm: 14x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dua fenomena pokok dalam bidang pengetahuan ialah bahwa kita memiliki cukup banyak pengetahuan, tetapi sekaligus menyadari tidak terbatasnya krtidaktahuan kita. Menurut Popper, pengetahuan bertolak dari ketegangan antara dua fenomen tersebut. Titik pangkal pengetahuan adalah problem, bukan pengamatan atau pengumpulan fakta. Untuk mendalami suatu hal, lebih bermanfaat mempelajari bentrokan opini mengenai hal tersebut, daripada membuat pengamatan ke sana kemari tanpa tahu persoalannya. Setiap teori, gagasan, atau tindakan menurut Popper merupakan suatu upaya pemecahan problem tertentu. Sebagai suatu solusi tentatif, sebuah teori atau gagasan harus dikritik untuk ditemukan kesalahannya. Lewat kritik akan muncul problem baru itu menantang untuk dipecahkan dengan teori atau gagasan baru yang tak terduga. Pada gilirannya, problem baru itu menantang untuk dipecahkan dengan teori atau gagasan baru. Demikian sehingga pertumbuhan pengetahuan merupakan proses koreksi atas suatu teori yang satu oleh yang lain dalam usaha pemecahan problem yang tak ada habisnya. Di situ tampak bagaimana Popper yang mengoperasionalkan wawasan yang mendalam atas fasibilitas pengetahuan manusia dengan suatu teori metodologis.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>epistemologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>pengetahuan, teori</topic>
 </subject>
 <classification>121</classification>
 <identifier type="isbn">979403598x</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>121 Tar e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">2831</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>121 Tar e</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">8803</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
    <shelfLocator>121 Tar e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Epistemologi_Pemecahan_Masalah.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10553</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-01-10 12:39:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>