<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10475">
 <titleInfo>
  <title>Vacare Deo:</title>
  <subTitle>Jembatan Persaudaraan Karmellit</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ordo Karmel Indonesia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>Provinsialat Ordo Karmel Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii + 152 hlm: 16x23,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Vacare Deo. Vacare berarti mengosongkan diri. Deo berarti bagi Tuhan. Jadi Vacare Deo berarti mengosongkan diri bagi Tuhan. Hati manusia bagaikan sebuah gelas, jika sudah penuh dengan air maka tidak bisa diisi dengan air yang baru. Untuk mengisi dengan air yang baru, maka gelas harus dikosongkan terlebih dahulu. Hati manusia bisa penuh dengan banyak hal. Tetapi pertanyaan refleksi untuk kita, dengan apakah hati manusia harus diisi? Hal terbaik apakah yang harus mengisi hati manusia? Para karmelit, (imam, biarawan, biarawati) percaya bahwa yang terbaik yang harus mengisi hati manusia adalah Tuhan. Oleh karena itu, perjuangan setiap manusia menurut semangat karmel adalah mengosongkan hati, mengosongkan budi, agar pertama-tama diisi oleh Tuhan sendiri. Hal-hal yang lain apapun itu boleh diisi namun setelah Tuhan. Maka pada kesempatan ini, saat vacare Deo, merupakan momen bagi kita untuk mengosongkan hati dan budi agar Tuhanlah yang mengisi hati kita. Kita telah mendengar musik yang indah. Musik dalam bahasa para filsuf berfungsi untuk mengatakan apa yang tak terkatakan. Dalam musik kita mendengar pesan yang tak terkatakan. Pesan bukan hanya lewat khotbah, tetapi juga pesan lewat keindahan. Kita sudah mendengar pesan keindahan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>hidup kerohanian</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Biara Karmel</topic>
 </subject>
 <classification>255.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>255.73 Ord v</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">19469</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>255.73 Ord v</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Vacare_Deo-jembatan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10475</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>