<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10470">
 <titleInfo>
  <title>Utang dan Korupsi Racun Pendidikan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Darmaningtyas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Pustaka Yashiba</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv + 280hlm: 15,5x21cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendidikan adalah hak tiap-tiap warga negara dan oleh karena itu pemerintahan wajib menjaminnya agar setiap warga memperoleh layanan pendidikan yang layak. Sayang, sampai sekarang pemerintah belum memenuhinya dengan alasan ketiadaan dana. Tuntutan warga terhadap pendidikan gratis selalu dipatahkan dengan alasan negara tidak punya uang. Namun di lain pihak negara mampu membayar bunga dan cicilan utang luar/dalam negeri ratusan triliun setiap tahunnya. Para penyelenggara negara juga hidup berkelimpahan, dan dana negara sering digunakan secara tidak tepat sasaran alias inefisien. Bila pemerintah memiliki niat untuk menggratiskan pendidikan bagi warganya, maka sebagian saja dari uang yang untuk membayar bunga dan cicilan utang, dikorup, dan terpakai secara tidak efisien itu sudah mampu menggratiskan pendidikan warganya dari SD-PT. Ironisnya, masyarakat yang sudah miskin pun hidup boros dengan mengalokasikan dananya untuk beli motor, HP dan pulsanya, atau rokok, tidak untuk pendidikan dan kesehatan. Kekayaan data yang ada dalam buku ini, disertai analisis yang tajam, menjadikan buku ini layak sebagai pegangan yang wajib dibaca oleh warga masyarakat untuk memperjuangkan pendidikan yang lebih baik. Bahwa pendidikan gratis bukan mimpi!</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>pendidikan</topic>
 </subject>
 <classification>370</classification>
 <identifier type="isbn">9789791785754</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>370 Dar u</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">14860</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>370 Dar u</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Utang_dan_Korupsi_Racun_Pendidikan.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10470</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-05-19 10:10:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>