<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10460">
 <titleInfo>
  <title>Upah yang Adil Menurut Quadragesimo Anno Artikel 63-75</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>2. Antonius Sad Budianto, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>1. Matheus A. Christiputra, M.A.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sianturi, Berkat Rahmat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi + 89hlm: 21,5x28cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masalah ini menjadi penting karena menyangkut kehidupan banyak orang. Bila kita melihat secara sepintas upah itu hanyalah soal imbalan yang harus diberi kepada pihak yang berkepentingan, yakni pekerja. Akan tetapi, jika kita memperhatikan lebih jauh, upah itu menyangkut kehidupan sang pekerja dan bahkan kehidupan orang lain, yaitu keluarganya. Karena itu, upah bagi para pekerja merupakan elemen penting bagi kehidupan dirinya dan keluarganya. Upah itu adalah sumber pencaharian yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan keluarganya. Buruh, yang hanya mengandalkan upah sebagai sumber utama pencaharian, akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Ketika upah buruh dipermainkan oleh pihak-pihak tertentu, buruh tidak akan bisa menjamin hidupnya dan dengan sendirinya mengalami tindakan ketidakadilan. Ketidakadilan para majikan akan upah kaum buruh adalah adanya aturan-aturan tentang upah yang memihak majikan saja. Para majikan bersama dengan pihak yang berwewenang membuat suatu aturan yang hanya memihak majikan saja. Sedangkan kaum buruh tidak mendapat keuntungan dari aturan tentang upah itu. Realitas yang demikian ditanggapi oleh Gereja. Gereja melihat bahwa ketidakadilan terhadap kaum buruh itu perlu ditangani dengan serius. Tanggapan ini sekaligus menjadi bukti keberpihakan Gereja terhadap kaum buruh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Ajaran Sosial Gereja</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKRIPSI 2014</topic>
 </subject>
 <classification>262.91</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>262.91 SIA u</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10.000028</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>262.91 Sia u</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Cover_SKRIPSI_baru.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10460</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 10:39:56</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>