<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10347">
 <titleInfo>
  <title>Etika Jawa:</title>
  <subTitle>Menggali Kebijaksanaan dan Keutamaan demi Ketentraman Hidup Lahir Batin</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widyawati, Wiwien</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Pura Pustaka</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix + 28hlm: 14x20,5cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Etika merupakan pengetahuan tata kehidupan yang perlu diketahui oleh setiap insan. Sebagai salah satu cabang dari ilmu filsafat, etika juga disebut filsafat moral, yang membicarakan manusia dari sudut perbuatannya. Perbuatan atau tingkah laku manusia dalam hal ini adalah tindakan-tindakan yang didorong oleh akal budi yang menghasilkan perbuatan baik dan buruk. Kecenderungan orang dalam menilai perbuatan seseorang adalah penilaian terhadap tingkah laku yang dipengaruhi oleh kedudukan dan martabatnya. Semakin tinggi kedudukan serta martabatnya, maka semakin besarlah penilaian orang atas dirinya. Peraturan-peraturan tentang perilaku kehidupan itu sering disebut dengan norma. Etika normatif adalah etika yang menjelaskan sebuah penilaian tentang mana yang baik dan mana yang buruk serta menunjukkan apa yang sebaiknya diperbuat oleh manusia. Aliran teologi menyatakan bahwa suatu tindakan disebut bermoral jika tindakan itu sesuai dengan perintah Tuhan. Sedangkan tindakan buruk yaitu tindakan itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuntutan moral yang baik dalam hal ini telah digariskan oleh agama dan tertulis dalam kitab suci dari masing-masing agama. Bagi orang Jawa pada umumnya memang ditekankan keselarasan antara makrokosmos (jagad gedhe) dan mikrokosmos (jagad cilik).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>filsafat Indonesia</topic>
 </subject>
 <classification>181.16</classification>
 <identifier type="isbn">9789791706193</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>181.16 Wid e</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">16175</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>181.16 Wid e</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Etika_Jawa-Menggali.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>10347</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-01-18 09:58:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>