<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="101">
 <titleInfo>
  <title>Jatuh Bangun:</title>
  <subTitle>Jatidiri Kristiani dalam Sorotan</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Banawiratma, J.B.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Kanisius</publisher>
   <dateIssued>1993</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mengapa mempersoalkan identitas kita? Di tengah kekayaan budaya Asia, dalam masyarakat pluri religius yang ditandai kemiskinan dan digerakkan oleh usaha pembangunan penuh pengharapan akan massa depan, wujud hidup menggereja mesti dialogal dan transformatif. Hidup gereja terbentang antara Yesus Kristus, yang adalah pewarta sekaligus penebus, dan pengharapan serta jerih payah manusia di segala zaman. Oleh karena itu, transformasi itu lebih dari hanya suatu strategi gereja dalam keterlibatan sosial dan dialog lebih dari hanya semacam siasat berhadapan dengan agama lain. Baru kalau berkomunikasi, gereja mulai hidup, kalau tidak berubah, gereja tidak tumbuh. Daripada membenahi jatidiri, lebih baik membicarakan, bagaimana orang kristiani mewujudkan diri dalam dialog dan dalam perubahan. Kita menyadari, bahwa rasa Katolik tidak dapat diukur dengan penggaris, sebab menjadi orang Kristiani merupakan proses perkembangan yang berdimensi banyak. Maka dari pada menguraikan unsur-unsur identitas orang kristiani, Orientasi Baru bermaksud melontarkan pertanyaan mengenai jatidiri, supaya seterusnya dimulai satu-dua atau banyak usaha pastoral untuk mengembangkan wujud hidup kristiani, disertai usaha-usaha teologis yang dapat menyemangati dan menjernihkan usaha-usaha pastoral itu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Gereja</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Teologi</topic>
 </subject>
 <classification>230</classification>
 <identifier type="isbn">9794970913</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN STFT WIDYA SASANA Jln. Terusan Rajabasa 2 Malang</physicalLocation>
  <shelfLocator>230 Ban j</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">6941</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Ban j</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">7027</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>230 Ban j</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Jatuh_Bangun.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>101</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-11-07 18:21:44</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-02-02 11:45:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>