Record Detail
Advanced SearchText
Homili Sebagai Locus Teologi Kontekstual [Buku: Membangun Gereja dari Konteks]
Istilah teologi kontektual dewasa ini sudah menjadi wacana umum dalam sekolah-sekolah teologi. Teologi yang dijalankan dan diajarkan dalam sekolah-sekolah ini harus bersifat kontekstual. Kesadaran baru ini amat menggembirakan, dan lebih menggembirakan lagi ketika dikatakan bahwa setiap teologi harus bersifat kontekstual. Orang harus berteologi dari dan dalam konteks. Akan tetapi, mengapa dalam wacana ini orang masih bertanya tentang apakah teologi kontekstual itu dan bagaimana orang harus berteologi secara kontektual? Mengapa hal itu ditanyakan? Mungkin, karena orang sudah mempunyai cara berteologi tertentu dan telah memiliki suatu teologi yang sudah jadi dan baku. Teologi baku yang indah ini adalah warisan Barat. Orang sudah dibentuk dalam teologi itu, dan sekarang, ketika orang berbicara tentang teologi kontekstual, dia tidak tahu harus berbuat apa. Muncullah studi-studi tentang teologi kontekstual dan sang teolog masih harus menjadikan studi-studi itu milik sendiri. Waktu untuk mengolahnya kembali tidak banyak dan tugas yang banyak terus berjalan sehingga dia harus tetap mengikuti teologi yang sudah baku dan teruji dari dunia Barat. Dapatkah dalam konteks semacam ini lahir suatu teolog kontekstual yang cukup matang? Ataukah teologi kontekstual itu tetap menjadi suatu wacana teoretis?
Availability
12046-J | 230 Riy m | Available |
Detail Information
Series Title |
-
|
---|---|
Call Number |
230 Riy m
|
Publisher | Dioma & STFT Widya Sasana : Malang., 2004 |
Collation |
xxiv + 155-165hlm: 17x24cm
|
Language |
Indonesia
|
ISBN/ISSN |
979-3500-20-4
|
Classification |
230
|
Content Type |
-
|
Media Type |
-
|
---|---|
Carrier Type |
-
|
Edition |
-
|
Subject(s) | |
Specific Detail Info |
-
|
Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available