Record Detail
Advanced SearchText
Makna Seksualitas menurut Magisterium Gereja dan Implikasinya bagi Kehidupan Imam
Allah menciptakan manusia sebagai lelaki dan perempuan menunjukkan bahwa dari awal Allah tidak menghendaki manusia hidup sendiri melainkan manusia itu perlu berelasi dengan orang lain. Hal ini ditemukan dari relasi antarpribadi yang terjadi antara lelaki dan perempuan menjadi satu daging (Bdk. Kej. 2:24), merupakan dasar antropologis biblis yang digunakan oleh Magisterium Gereja dalam berbicara tentang martabat perkawinan Kristen dalam terang misteri Kristus dan Gereja-Nya. Bagi mereka yang dipanggil menjadi imam, pemaknaan martabat perkawinan Kristen dalam terang Misteri Kristus dan Gereja-Nya akan memberikan manfaat yang besar dalam upaya menghayati hidup selibat. Hal ini karena nilai-nilai yang terkandung dalam martabat perkawinan Kristen dapat menghantar imam untuk membangun jati diri dan spiritualitasnya. Jati diri dan spiritulitas imam tersebut hanya dibangun lewat relasi yang mendalam antara imam dengan Kristus sendiri. Oleh karena itu, lewat hidup selibat, para imam berusaha mengangun relasi yang mendalam dengan Kristus dan meneladani tindakan mempelai Kristus yang adalah Mempelai Lelaki kepada Gereja-Nya yang adalah mempelai perempuan. Dasar tindakan mempelai Kristus ini adalah Cinta.
Availability
12.01017 | 241 Sip m | Available |
Detail Information
Series Title |
-
|
---|---|
Call Number |
241 SIP m
|
Publisher | STFT Widya Sasana : Malang., 2015 |
Collation |
x + 107hlm: 21,5x28cm
|
Language |
Indonesia
|
ISBN/ISSN |
-
|
Classification |
241
|
Content Type |
-
|
Media Type |
-
|
---|---|
Carrier Type |
-
|
Edition |
-
|
Subject(s) | |
Specific Detail Info |
-
|
Statement of Responsibility |
-
|
Other version/related
No other version available